Dirjen Dukcapil Pastikan Layanan Adminduk Tetap Buka di Hari-H Pencoblosan

Dirjen Dukcapil Pastikan Layanan Adminduk Tetap Buka di Hari-H Pencoblosan

–Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan pelayanan adminduk di kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) tetap akan dibuka pada hari H pencoblosan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Hal tersebut disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh bahwa Dukcapil tetap melayani masyarakat termasuk saat Hari H pencoblosan, yakni Rabu, tanggal 9 Desember 2020. "Di daerah yang menggelar Pilkada, Disdukcapil setempat tetap buka kantor melayani masyarakat yang mungkin kehilangan KTP untuk dicetak kembali untuk bisa mencoblos," kata Zudan dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Zudan mengakui penduduk yang datang hendak merekam data jauh berkurang di masa pandemi, kendati petugas sudah mengikuti prosedur standar pencegahan Covid 19 di kantor disdukcapil. Padahal perekaman data KTP el menuntut kehadiran fisik warga di hadapan petugas, namun warga membatasi diri bila tidak sangat urgent. "Dibanding tahun lalu jumlah warga yang merekam data KTP el hanya separuhnya. Berbeda jauh dengan tahun lalu saat mau pileg dan pilpres, tingkat perekaman saat itu naik tinggi sekali," kata Dirjen Zudan.

Zudan menjelaskan bahwa untuk mencoblos saat Pilkada harus memiliki KTP el. Ia menjamin petugas Disdukcapil telah melengkapi diri dengan masker dan face shield serta sarung tangan, sehingga masyarakat tak perlu takut datang ke kantor Disdukcapil guna melengkapi data dalam perekaman KTP el. “Kami juga menerapkan protokol Covid 19, warga yang datang tak usah khawatir petugasnya menggunakan sarung tangan, masker, face shield, sering cuci tangan atau memakai hand sanitizer," kata Dirjen Dukcapil.

Pihaknya di Ditjen Dukcapil menyatakan siap menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Ia memastikan secara teknis, semua Dinas Dukcapil daerah bisa melayani masyarakat yang datang untuk merekam data KTP el. "Petugas bekerja dengan shift. Petugas yang belum mencoblos, diminta antre mencoblos dulu di kantor. Yang sudah nyoblos kembali bekerja melayani masyarakat. Itu kita lakukan tradisi ini sejak 2015," kata Prof. Zudan.

Previous PostNextNext Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *