Rina Gunawan Turunkan Berat Badan 23 Kg Hanya 3 Bulan, Diet Sehat Itu Seperti Apa?

Rina Gunawan Turunkan Berat Badan 23 Kg Hanya 3 Bulan, Diet Sehat Itu Seperti Apa?

Artis Rina Gunawan berikan tips turunkan berat badan 23 kilogram dalam tiga bulan. Diketahui, istri aktor Teddy Syah tersebut mengaku jika dirinya mengikuti program diet sejak di bulan Juni 2020. Berikut tips Rina Gunawan turunkan berat badan 23 kilogram dalam tiga bulan saja.

"Alhamdulillah di bulan Juni itu saya kayak ngerasa dapat hidayah banget karena ada sahabat saya memberikan informasi ada diet, bilangnya sih diet online," ujar Rina Gunawan, dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Cumicumi, Kamis (17/9/2020). Memutuskan untuk ikut diet online, Rina Gunawan langsung menimbang berat badannya. Kemudian, coach diet memberikan beberapa arahan yang harus diikuti. Di antaranya adalah, berapa kali harus mengonsumsi makanan, camilan, jumlah air minum hingga pola tidur.

"Saya ikutin banget, saya ngikutin dari saya bangun tidur sampai ke pola tidur pun saya ikutin," ucap Rina Gunawan. Menurut ibu dua anak ini, pola tidur yang baik dan tidak sering begadang juga memengaruhi program diet yang sedang dijalani. "Jadi kalau misal kita mau defisit kalori atau pengin badannya istilahnya menyusut itu kita harus tidur paling lama jam 10 malam," ucap Rina Gunawan.

Rina Gunawan bersyukur selang 2 bulan, berat badannya menurun sebanyak 17 kilogram. Memasuki 3 bulan, berat badan artis berusia 46 tahun itu turun sebanyak 23 kilogram. "Jadi, 2 bulan Alhamdulillah saya turun 17 kilogram. Pada saat 3 bulan Alhamdulillah sudah memasuki 23 kilogram," ujar Rina Gunawan.

"Baru 10 hari sudah mengalami penurunan yang signifikan. Ini perubahan mindset yang dilakukan, perubahan pola hidup juga, terus perubahan fisik juga," katanya menambahkan. Rina Gunawan kerap membagikan foto terbarunya setelah berhasil menurunkan berat badan di akun Instagram pribadinya. Tak lupa, Rina Gunawan selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan jalani pola hidup yang sehat.

Di era informasi yang deras saat ini, informasi tentang cara menurunkan berat badan bisa mudah didapat. Terutama cara yang instan. Namun perlu kehati hatian menyikapi informasi ini. Pasalnya, tidak semua diet cocok untuk tubuh kita. Sebaiknya, untuk menurunkan berat badan yang sehat dan tentunya terhindar dari penyakit sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter.

Apalagi yang sudah memiliki penyakit kronis seperti jantung, ginjal, dan diabetes. Harus hati hati bila ingin menurunkan berat badan. “Sebenarnya diet itu tidak hanya untuk orang gemuk saja tapi untuk semua orang. Diet itu intinya pengaturan makan agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar dr Yustina Anie SpGK dari RS St Carolus Summarecon Serpong, yang dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (27/8/2020).

Ia menjelaskan, tidak semua diet bisa diterapkan sama untuk semua orang. Pasalnya tiap orang punya kondisi yang berbeda beda. Namun, secara umum diet yang diterapkan adalah diet seimbang, artinya dalam setiap makanan yang dikonsumsi mengandung unsur unsur zat gizi yakni karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral. “Mengurangi berat badan dengan mengurangi kalori, lemak, dan menambah serat, memperbaiki pola makan, pola hidup, itu beda beda untuk tiap orang"

"Apalagi yang punya penyakit jantung, ginjal, diabetes variasinya beda. Tapi secara umum dengan gizi seimbang dan aktivitas fisik,” katanya. Dokter Yustina menjelaskan, diet yang sehat patokannya tergantung dari kondisi orang tersebut apakah sehat, atau ada penyakit tertentu. Umumnya penurunannya maksimal 20 persen secara bertahap atau rata rata penurunan 0,5 kg per minggu.

Tiap bulan dievaluasi apakah kolesterol tinggi, lemaknya, sehingga harus mengurangi lemak, rendah kalori. Apakah ada perbaikan atau tidak, dan orang tersebut harus patuh pola makan harian yang sudah diatur dan grafik penurunan berat badan yang akan dicapai. Semua itu dilakukan agar diet yang dilakukan tidak sekedar turun saja.

“Sebaiknya penurunan berat badan harus konsultasi ke dokter. Tidak boleh ngasal apalagi yang sudah obesitas diatas 100 kilogram." "Pola makan yang salah akan membuat ‘kecolongan, tiba tiba meninggal. Biasanya ada penyakit penyerta tapi tidak diketahui dan hanya melakukan diet tanpa konsultasi ke dokter,” ujarnya. Menurut dokter Yustina, bila hanya sekedar turun berat badan secara cepat bisa dilakukan.

“Kalau mau cuma turun berat badan dengan cepat saja, kan ada seminggu hanya makan apel saja pasti kurus tapi kekurangan karbohidrat bisa bikin pingsan, atau diet keto yang membuat jadi banyak lemak,” ujarnya. Kesalahan kerap terjadi pada orang yang ingin turunkan berat badan hanya ikut ikutan saja, karena baca baca di internet. Di internet menyebutkan diet tersebut berhasil menurunkan berat badan tapi sebenarnya tidak cocok dengan orang tersebut.

(Kompas.com/Wartakotalive.com/Lilis Setyaningsih) Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Previous PostNextNext Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *